Tuesday, 11 December 2018

Seni itu penting ya? Ku jawab dengan tegas ,Ya!

     Seni menjadi bagian dari kebutuhan orang hidup.
Sebagai bangsa, kita kaya dengan seni budaya. Bahkan untuk menerangkan fase-fase perkembangan kehidupan, para seniman kita dulu sudah mengekspresikan kehidupan, para seniman kita dulu sudah mengekspresikannya dalam seni. Sebagai contoh, untuk menerangkan fase kehidupan diciptakan tembang yang indah mulai dari maskumambang, fase ketika kita dalam kandungan sampai dengan mengatruh, fase ketika ruh meninggalkan tubuh.
    Kini disekekelilingku ada cangkir, meja kayu, kursi. semua tentu awalnya diciptakan karena kebutuhan.
    Cangkir keramik yang ada didepanku ini berhiasan garis-garis melintang berwarna keemasan, melintang di bibir cangkir. Mestinya cukup berwarna coklat tanah liat yang dibakar. Asalkan ada cekungan lebar tempat menampung kopi atau teh, cukuplah ia sebagai cangkir. Meja kayu mestinya tidak perlu diukir. Begitu juga kursi. Aku bisa saja melanjutkan perenungan itu kemana-mana. pesawat, komputer, mobil balap, atau roket dibuat dengan teknologi tinggi, tapi akhirnya ia tetap berujung pada keinginan membuatnya enak dipandang. Dan itu seni.
    Eyangku adalah pengagum keris. Fungsi awal keris adalah senjata mematikan. Namun kemudian keris berubah fungsi menjadi simbol dan filosofi. Kemudian diwujudkan dengan teknologi yang menakjubkan sampai sekarang. Namun setelah selesai dibuat, keris itu harus enak disawang atau dipandang. Ia perlu disandingi, dibuatkan sarung dan gagang dari kayu terbaik. Bila suka, dapat dilapisi emas, perak atau permata. Ia haruslah punya ekspresi seni yang bisa dinikmati. Keris yang berawal dari senjata, simbol dan filosofi akhirnya berujung juga kepada seni.
    Seni membuat hidup jadi indah. Betapa sulitnya membayangkan hidup tanpa seni. Kering. Lebih tepatnya, kering kerontang.
Aku harap tulisanku ini bisa menambah satu sisi terang lagi terhadap seni,sehingga dapat mengungkapkan misteri lain dari seni yang begitu memikat.
     
 "Selamat bernafas dengan tenang dan aman <3"

       Salam

  Zahira Rahma
  Andromeda, 2018